Jakarta,Arahkata – Warga Desa Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), digemparkan dengan penemuan jenazah seorang aktivis lingkungan yang dikenal vokal menolak aktivitas tambang di wilayah tersebut. Korban ditemukan tak bernyawa di sebuah gubuk dengan kondisi leher terikat, Rabu (10/9/2025).
Menurut keterangan polisi, jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak menuju kebun. Saat diperiksa, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi leher terikat tali pada salah satu tiang gubuk.
“Benar, ada laporan penemuan mayat seorang aktivis lingkungan. Saat ini kami masih lakukan olah TKP dan autopsi untuk memastikan penyebab kematian,” ujar Kapolres Nagekeo, AKBP Yulius Ledo.
Korban dikenal sebagai sosok yang aktif menolak aktivitas pertambangan di Nagekeo. Ia kerap menghadiri aksi demonstrasi dan menyuarakan dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh proyek tersebut. Rekan-rekan sesama aktivis menduga kematiannya memiliki kaitan dengan perjuangan yang ia lakukan.
“Kami mendesak polisi mengusut tuntas. Korban sering mendapat intimidasi sejak vokal menolak tambang,” kata Maria, rekan korban sesama aktivis.
Baca Juga : Nagekeo NTT Dilanda Banjir Bandang, 3 Korban Jiwa dan 4 Belum Ditemukan
Hingga kini, aparat kepolisian belum memastikan apakah kasus ini murni bunuh diri atau ada dugaan tindak kekerasan. Namun, mengingat latar belakang korban, pihak kepolisian membuka kemungkinan adanya motif lain di balik kematiannya.
“Kami tidak bisa berspekulasi. Semua masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan memeriksa saksi-saksi termasuk keluarga dan rekan korban,” tambah Kapolres.
Kasus ini memicu kehebohan dan kemarahan di kalangan masyarakat sipil. Sejumlah organisasi lingkungan dan hak asasi manusia mendesak agar aparat bekerja transparan serta memberikan perlindungan kepada para aktivis yang kerap mendapat ancaman saat memperjuangkan kelestarian alam.
Jenazah korban kini dibawa ke RSUD Bajawa untuk diautopsi sebelum diserahkan kembali ke pihak keluarga. Sementara itu, aparat keamanan berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi reaksi lanjutan dari warga.







