Jakarta,arahkata – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Bali sejak beberapa hari terakhir memicu banjir besar yang disebut-sebut sebagai yang terparah dalam sepuluh tahun terakhir. Bencana ini menelan korban jiwa dan menyebabkan kerugian material cukup besar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir terus bertambah. Hingga Kamis (11/9/2025), sedikitnya belasan orang dilaporkan tewas, puluhan lainnya mengalami luka-luka, dan ribuan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Banjir kali ini adalah yang terparah dalam satu dekade terakhir di Bali. Kami terus melakukan evakuasi dan pencarian korban yang masih hilang,” ujar Kepala BPBD Bali.
Selain korban jiwa, bencana ini memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Posko pengungsian sementara sudah dibuka di beberapa titik, termasuk di Denpasar, Gianyar, dan Tabanan. Banyak warga kehilangan harta benda karena rumah dan perabotan mereka terendam banjir.
Seorang warga Gianyar mengungkapkan kesedihannya. “Air datang sangat cepat, saya tidak sempat menyelamatkan barang-barang. Hanya pakaian di badan yang terbawa,” ujarnya.
Baca Juga : Korban Banjir Bali Terus Bertambah, 9 Tewas dan 6 Masih Dicari
Banjir juga mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur, termasuk jalan raya, jembatan, dan jaringan listrik. Beberapa wilayah sempat terisolasi karena akses jalan tertutup lumpur dan pohon tumbang. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri masih berupaya membuka akses jalan untuk memudahkan distribusi bantuan.
Respons Pemerintah dan Bantuan Darurat
Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan status tanggap darurat. Bantuan berupa makanan, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan pengungsian mulai didistribusikan. Kementerian Sosial dan BNPB juga mengirimkan tim tambahan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Presiden RI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memerintahkan agar seluruh sumber daya pemerintah digerakkan untuk membantu warga terdampak.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan maupun longsor, terutama di daerah rawan bencana.
Tragedi ini menjadi pengingat serius akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim yang kian ekstrem. Selain memperbaiki infrastruktur, mitigasi bencana berbasis masyarakat dinilai harus segera diperkuat di Bali agar kejadian serupa tidak menimbulkan kerugian lebih besar di masa depan.







