Budi Arie Terpilih Kembali Jadi Ketua Umum Projo Periode 2025–2030

Putri Arahkata

Foto Budi Arie.

arahkata.com – Budi Arie Setiadi resmi terpilih kembali sebagai Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) untuk periode 2025–2030. Keputusan itu diambil dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV Projo yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (2/11).

Dalam forum yang dihadiri ribuan kader dan perwakilan relawan dari seluruh Indonesia itu, Budi Arie mendapatkan dukungan bulat untuk kembali memimpin organisasi relawan terbesar pendukung Presiden Joko Widodo tersebut. Terpilihnya kembali Budi Arie dianggap sebagai bentuk kepercayaan penuh dari para kader terhadap kepemimpinannya selama dua periode sebelumnya.

Dukungan Kuat dari Daerah

Sejak awal sidang pleno Munas dibuka, sebagian besar pengurus daerah langsung menyatakan dukungan kepada Budi Arie. Perwakilan Projo dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua menyampaikan bahwa kepemimpinan Budi Arie selama ini dinilai solid, terbuka, dan tetap menjaga semangat kerelawanan yang menjadi ciri khas Projo sejak berdiri tahun 2013.

“Kami sepakat, Projo harus terus dipimpin oleh sosok yang punya komitmen terhadap rakyat dan NKRI. Dan itu ada pada Bang Budi Arie,” ujar Ketua Projo Jawa Tengah, Supriyono, dalam forum Munas.

Sementara itu, Ketua Projo Sulawesi Selatan, Nur Alam, menyebut bahwa selama Budi Arie memimpin, Projo tidak hanya menjadi organisasi relawan politik, tapi juga aktif dalam kegiatan sosial, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Tidak Dimakzulkan, Diminta Perbaiki Kinerja

Pidato Budi Arie: Lanjutkan Semangat Jokowi

Dalam pidato usai ditetapkan kembali sebagai Ketua Umum, Budi Arie menegaskan bahwa Projo akan terus menjaga garis perjuangan Jokowi, terutama dalam hal kerja nyata untuk rakyat kecil. Ia juga menyinggung pentingnya menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika politik jelang pemerintahan baru.

“Kita lahir dari semangat kerja dan ketulusan Jokowi. Itu tidak boleh padam. Projo bukan organisasi politik praktis, tapi gerakan rakyat yang mengawal keberlanjutan visi Indonesia maju,” kata Budi Arie di hadapan ribuan relawan.

Ia menambahkan, Projo akan bertransformasi menjadi organisasi sosial kebangsaan yang lebih mandiri, dengan fokus pada pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
“Ke depan, Projo akan memperkuat jejaring UMKM, koperasi digital, dan kegiatan sosial yang konkret. Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton dalam pembangunan,” tegasnya.

Pesan dari Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo yang hadir secara virtual dalam pembukaan Munas memberikan ucapan selamat kepada seluruh kader Projo. Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi semangat relawan yang tetap solid sejak masa kampanye hingga kini, meski dirinya sudah mendekati akhir masa jabatan.

“Saya bangga kepada Projo yang tetap konsisten menjaga nilai-nilai kerelawanan. Saya harap Projo terus mengawal pembangunan, siapapun presiden berikutnya,” ujar Jokowi.

Ia juga berpesan agar Projo tidak terjebak dalam politik praktis semata.
“Gerakan relawan harus tetap fokus pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan. Itulah semangat yang dulu kita bangun bersama,” tambahnya.

Arah Baru Projo Pasca-Jokowi

Dalam forum yang sama, Budi Arie menegaskan bahwa periode kepemimpinannya kali ini akan menjadi fase penting bagi transformasi Projo. Ia mengatakan bahwa masa depan organisasi ini tidak boleh bergantung pada figur, termasuk Jokowi sendiri.

“Pak Jokowi adalah inspirasi. Tapi Projo harus tumbuh menjadi gerakan rakyat yang mandiri. Kita tidak boleh menggantungkan masa depan organisasi hanya pada sosok pemimpin. Kita harus melanjutkan semangatnya dalam kerja nyata,” ujar Budi.

Budi juga membuka peluang bagi Projo untuk berkolaborasi dengan pemerintah baru hasil Pemilu 2024. Ia menyebut bahwa Projo siap mendukung kebijakan yang pro-rakyat, siapapun presidennya, asalkan sejalan dengan nilai-nilai perjuangan mereka.

“Kita akan tetap kritis. Kalau kebijakan itu berpihak kepada rakyat, kita dukung. Tapi kalau tidak, kita akan bersuara. Itulah Projo,” katanya.

Suasana Munas Penuh Antusiasme

Munas Projo kali ini berlangsung meriah. Ribuan kader mengenakan kaus merah bertuliskan “Kerja Nyata untuk Rakyat” memenuhi area JCC. Spanduk bertema “Lanjutkan Semangat Jokowi, Bangun Indonesia Maju” terpasang di berbagai sudut ruangan.

Selain Budi Arie, hadir pula sejumlah tokoh nasional seperti Moeldoko, Andi Gani Nena Wea, dan beberapa mantan anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf. Mereka memberikan sambutan yang bernada optimisme terhadap peran Projo di masa depan.

Acara penutupan Munas diakhiri dengan pembacaan deklarasi dukungan terhadap program “Projo Bangun Desa”, yang menjadi agenda utama organisasi lima tahun ke depan. Program ini menargetkan pemberdayaan masyarakat di lebih dari 10 ribu desa melalui pelatihan digitalisasi ekonomi, ketahanan pangan, dan energi terbarukan.

Baca Juga: Bobby Bela Guru di Deliserdang yang Dilaporkan Orang Tua Siswa

Perjalanan Panjang Projo

Projo pertama kali berdiri pada tahun 2013 sebagai gerakan relawan yang mendukung Joko Widodo dalam Pemilu 2014. Sejak saat itu, organisasi ini menjadi salah satu motor utama kemenangan Jokowi dua periode berturut-turut.

Di bawah kepemimpinan Budi Arie, Projo dikenal sebagai relawan yang disiplin, memiliki jaringan kuat di tingkat akar rumput, dan sering terlibat dalam kegiatan sosial. Meski sempat mendapat kritik karena dianggap terlalu dekat dengan kekuasaan, Projo tetap mempertahankan citra sebagai organisasi kerelawanan dengan orientasi kerja nyata.

Kini, dengan mandat baru untuk periode 2025–2030, Budi Arie dihadapkan pada tantangan besar: menjaga relevansi Projo di tengah perubahan politik nasional pasca-era Jokowi, sekaligus membuktikan bahwa gerakan relawan mampu bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang mandiri dan berkelanjutan.

Dengan terpilihnya kembali Budi Arie Setiadi, Projo menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam menjaga semangat kerelawanan, nasionalisme, dan keberpihakan pada rakyat kecil.
Munas IV Projo bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk meneguhkan arah baru organisasi relawan terbesar di Indonesia.

“Projo tidak akan berhenti bekerja untuk rakyat. Ini bukan akhir, tapi babak baru perjuangan,” pungkas Budi Arie dengan lantang di akhir pidatonya, disambut tepuk tangan gemuruh para relawan.

Berita Hari Ini

Leave a Comment