Jakarta,arahkata – Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Rabu (24/9/2025). Massa yang berdatangan sejak pagi itu membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah dan parlemen, terutama terkait isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan.
Para buruh terlihat mengenakan atribut serikat masing-masing, membawa spanduk, dan berorasi bergantian. Jalan utama menuju kawasan DPR sempat mengalami kemacetan akibat membludaknya massa aksi. Meski begitu, aparat keamanan dari kepolisian dan TNI dikerahkan untuk menjaga ketertiban jalannya demonstrasi.
Dalam aksinya, massa buruh menyampaikan lima tuntutan pokok:
-
Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dinilai merugikan pekerja.
-
Naikkan Upah Minimum Tahun 2025 sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).
-
Hapus Sistem Outsourcing dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang dianggap mengekang hak buruh.
-
Perkuat Jaminan Sosial dan Kesehatan untuk pekerja beserta keluarganya.
-
Hentikan kriminalisasi terhadap aktivis buruh yang memperjuangkan hak-hak pekerja.
Hingga siang hari, aksi berlangsung tertib meski sempat terjadi dorong-dorongan kecil di depan gerbang DPR. Perwakilan buruh dijadwalkan diterima anggota DPR untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Baca Juga : Jakarta Dilanda 5 Aksi Demo Hari Ini, Lokasi Mulai DPR sampai Monas
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan akan mencermati tuntutan buruh dan menekankan pentingnya dialog sosial antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Aksi ini menunjukkan konsistensi gerakan buruh dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja di Indonesia. Mereka berharap, lima tuntutan tersebut dapat menjadi perhatian serius para pengambil kebijakan di Senayan maupun Istana Negara.







