Jakarta,arahkata – Legenda sepak bola Italia, Alessandro Del Piero, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Pierre Kalulu dalam laga panas melawan Inter Milan. Menurut Del Piero, keputusan tersebut patut diperdebatkan dan berdampak besar terhadap jalannya pertandingan.
Insiden kartu merah terjadi di babak pertama ketika Kalulu dinilai melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Inter. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung, keputusan yang kemudian memicu protes dari pemain dan staf pelatih.
Del Piero menilai bahwa keputusan tersebut terlalu berat jika melihat tayangan ulang. Ia berpendapat pelanggaran itu seharusnya cukup diganjar kartu kuning, bukan kartu merah langsung.
Bermain dengan 10 pemain sejak awal jelas memengaruhi keseimbangan pertandingan. Tim Kalulu kesulitan mempertahankan ritme permainan dan harus lebih banyak bertahan menghadapi tekanan Inter.
Del Piero menekankan bahwa keputusan wasit dalam laga besar seperti ini sangat menentukan hasil akhir. “Dalam pertandingan penting, keputusan sekecil apa pun bisa mengubah segalanya,” ujarnya dalam analisis pascalaga.
Selain mengkritik keputusan utama wasit, Del Piero juga menyinggung penggunaan VAR. Ia mempertanyakan apakah teknologi tersebut sudah dimanfaatkan secara optimal untuk memastikan keputusan benar-benar akurat.
Menurutnya, VAR seharusnya membantu mengurangi kontroversi, bukan malah menambah perdebatan.
Keputusan kartu merah itu memicu perdebatan luas di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola Italia. Sebagian menilai wasit sudah tepat karena mengutamakan keselamatan pemain, sementara yang lain sepakat dengan Del Piero bahwa hukuman tersebut terlalu keras.
Baca Juga : Uzbekistan Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
Kritik Alessandro Del Piero terhadap keputusan kartu merah Kalulu menunjukkan betapa sensitifnya peran wasit dalam laga besar melawan Inter Milan. Perdebatan ini kemungkinan masih akan bergulir, terutama jika berdampak pada persaingan klasemen dan dinamika kompetisi.







