arahkata.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5 mengguncang wilayah Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, pada hari ini. Guncangan dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah kecamatan dan sempat memicu kepanikan sesaat, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Informasi resmi BMKG menyebutkan gempa terjadi akibat aktivitas tektonik di wilayah tersebut. Karakteristik gempa menunjukkan jenis gempa dangkal hingga menengah yang umum terjadi di kawasan Sulawesi, yang memang dikenal sebagai wilayah dengan tingkat aktivitas seismik tinggi.
Getaran Terasa Hingga ke Dalam Rumah Warga
Sejumlah warga di Bolsel mengaku merasakan getaran gempa secara jelas. Guncangan dirasakan selama beberapa detik dan menyebabkan perabot rumah tangga bergoyang. Di beberapa lokasi, warga spontan berlarian ke luar rumah untuk menghindari risiko tertimpa bangunan.
Seorang warga di Kecamatan Bolaang Uki menuturkan, getaran terasa seperti hentakan kuat dari dalam tanah. Ia dan keluarganya sempat panik karena tidak menyangka gempa terjadi secara tiba-tiba.
“Awalnya seperti ada getaran kecil, lalu semakin terasa. Lemari dan pintu bergetar. Kami langsung keluar rumah karena khawatir,” tutur warga tersebut.
Kepanikan serupa juga dirasakan warga di beberapa kecamatan lain. Meski tidak berlangsung lama, gempa ini cukup mengejutkan karena terjadi saat sebagian warga tengah beraktivitas di dalam rumah maupun tempat kerja.
Baca Juga: Kasus Penelantaran Bayi di Bekasi Terungkap, Polisi Tangkap Orangtua Kandung
BMKG Tegaskan Tidak Ada Ancaman Tsunami
BMKG menegaskan bahwa gempa magnitudo 5 yang mengguncang Bolsel tidak memicu peringatan dini tsunami. Berdasarkan analisis seismik, gempa tersebut tidak memenuhi parameter yang dapat menyebabkan terjadinya gelombang laut besar.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Masyarakat diminta hanya mengakses informasi dari sumber resmi agar tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada, namun tidak panik, serta mengikuti arahan resmi dari instansi terkait.
Aktivitas Warga Sempat Terhenti
Pasca gempa, aktivitas warga di beberapa titik sempat terhenti. Beberapa perkantoran menghentikan kegiatan sementara untuk memastikan kondisi bangunan aman. Sekolah dan fasilitas umum juga melakukan pengecekan singkat, terutama pada bagian bangunan yang berpotensi retak.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan berat maupun korban jiwa. Aparat pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri turut memantau situasi di lapangan untuk memastikan kondisi tetap terkendali.
Pemerintah Daerah Lakukan Pemantauan
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan bergerak cepat dengan melakukan pemantauan pascagempa. Aparat di tingkat desa dan kecamatan diminta melaporkan jika terdapat kerusakan bangunan atau dampak lain yang dirasakan masyarakat.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi sekaligus memastikan keselamatan warga. Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan retakan bangunan yang membahayakan.
Sulawesi dan Ancaman Gempa Tektonik
Wilayah Sulawesi dikenal berada di zona pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Kondisi geografis ini menjadikan Sulawesi rawan terhadap gempa bumi dengan magnitudo bervariasi. Gempa di Bolsel kali ini kembali menjadi pengingat akan potensi bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara tepat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Baca Juga: Truk Kontainer Timpa Mobil di Karawang, Tiga Orang Tewas
Imbauan Mitigasi dan Kesiapsiagaan
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu siap menghadapi kemungkinan gempa susulan, meskipun biasanya berkekuatan lebih kecil. Warga diminta memastikan bangunan tempat tinggal aman dan tidak mengalami kerusakan struktural.
Selain itu, masyarakat disarankan memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa, seperti berlindung di bawah meja yang kokoh, menjauhi kaca dan benda berat, serta segera keluar bangunan jika kondisi memungkinkan dan aman.
“Masyarakat diharapkan memahami langkah-langkah mitigasi bencana agar risiko dapat diminimalkan,” demikian imbauan BMKG.
Kondisi Berangsur Normal
Beberapa jam setelah gempa terjadi, kondisi di Bolsel dilaporkan kembali normal. Warga mulai beraktivitas seperti biasa, meskipun sebagian masih diliputi rasa waspada. Aparat tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya. Jika terjadi perubahan signifikan, informasi akan segera disampaikan kepada masyarakat melalui kanal resmi.
Peristiwa gempa magnitudo 5 ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan dan kewaspadaan bersama. Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak bencana dapat diminimalkan, dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.







