Jakarta,arahkata – Menjelang perayaan **Idul Fitri 2026, sejumlah harga bahan pangan di berbagai daerah masih menunjukkan tren tinggi. Dua komoditas yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah cabai rawit dan telur ayam, yang hingga kini belum mengalami penurunan signifikan di pasar tradisional maupun modern.
Di sejumlah pasar, harga cabai rawit tercatat masih berada di level tinggi dibandingkan kondisi normal. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya pasokan yang terbatas akibat cuaca yang kurang mendukung masa panen serta meningkatnya permintaan menjelang Lebaran. Cabai rawit menjadi salah satu bahan penting dalam berbagai hidangan khas Indonesia, sehingga permintaannya selalu melonjak menjelang hari besar.
Baca Juga : Terus Ngegas, Harga Minyak Dunia Tembus US$92 per Barel
Sementara itu, harga telur ayam juga masih bertahan di kisaran yang relatif tinggi. Para pedagang menyebutkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya produksi di tingkat peternak, terutama harga pakan ternak yang masih cukup mahal. Selain itu, permintaan telur biasanya meningkat menjelang Lebaran karena digunakan untuk berbagai kebutuhan memasak, termasuk pembuatan kue dan hidangan keluarga.
Beberapa pedagang mengaku pembeli tetap datang meski harga bahan pokok tersebut cukup tinggi. Namun sebagian konsumen memilih mengurangi jumlah pembelian atau mencari alternatif bahan lain agar pengeluaran tetap terkendali menjelang hari raya.







