Jakarta,arahkata – Pernyataan menarik datang dari Joko Widodo yang mengaku sempat menelepon Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk menanyakan perkembangan konflik di Timur Tengah, termasuk kapan perang yang melibatkan Iran akan berakhir. 📞🌍
Menurut pengakuan Joko Widodo, komunikasi tersebut dilakukan ketika konflik baru berlangsung sekitar tiga hari. Ia menghubungi Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk mencari gambaran situasi.
Ia bahkan secara langsung menanyakan, “kapan perang selesai,” namun jawaban yang diterima tidak memberikan kepastian. Pihak UEA disebut menyatakan bahwa situasi sangat dinamis dan sulit diprediksi.
Tak hanya soal durasi konflik, Joko Widodo juga menanyakan dampak perang terhadap harga minyak dunia. Namun, respons yang diterima juga sama—penuh ketidakpastian karena perhitungan geopolitik dan ekonomi dinilai kompleks.
Ia bahkan mengaku sempat kembali menghubungi pejabat lain di UEA untuk memastikan informasi, tetapi jawaban yang diperoleh tetap belum bisa memperkirakan kapan konflik berakhir maupun kapan harga energi kembali stabil.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa bahkan pemimpin di kawasan Timur Tengah pun kesulitan memprediksi perkembangan konflik. Hal ini sekaligus menggambarkan besarnya dampak perang terhadap kondisi ekonomi global, terutama sektor energi. ⚠️
Baca Juga : DPR Desak Kajari Karo Dicopot Buntut Kasus Amsal Sitepu
Ketegangan yang meningkat di kawasan juga disebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak. Situasi ini menjadi perhatian banyak negara, termasuk Indonesia, karena dapat berdampak pada inflasi dan stabilitas ekonomi domestik.
Dengan komunikasi tersebut, Joko Widodo menegaskan bahwa konflik global saat ini sangat sulit diprediksi, bahkan oleh negara-negara yang berada langsung di sekitar kawasan perang.