Lagi-lagi Puluhan Siswa Bandung Barat Keracunan MBG, Kepala BGN Angkat Bicara

Adelia Prameswari

Lagi-lagi Puluhan Siswa Bandung Barat Keracunan MBG, Kepala BGN Angkat Bicara

Jakarta,arahakata – Kasus keracunan massal kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Puluhan siswa dari salah satu sekolah dasar dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi jajanan yang diduga berasal dari merek minuman MBG. Insiden ini menjadi yang kedua kalinya dalam beberapa minggu terakhir, dan memicu perhatian serius dari otoritas kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Para korban mengalami gejala mual, pusing, dan muntah beberapa jam setelah jam istirahat. Sebagian besar dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut keterangan guru dan petugas kesehatan, insiden terjadi tak lama setelah bel istirahat berbunyi. Puluhan siswa membeli minuman dalam kemasan plastik berlabel MBG dari pedagang keliling di sekitar sekolah.

Tak lama setelah mengonsumsi minuman tersebut, mereka mulai menunjukkan gejala keracunan. Beberapa siswa bahkan pingsan dan harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Awalnya hanya beberapa anak yang mengeluh pusing. Tak lama, jumlahnya meningkat drastis,” ujar salah satu guru.

Tanggapan Kepala BGN

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BGN) menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini dan memastikan investigasi menyeluruh segera dilakukan. Ia menegaskan bahwa keamanan produk pangan dan minuman anak sekolah adalah prioritas utama.

“Kami tidak akan mentoleransi produk yang berpotensi membahayakan anak-anak. Sampel minuman sudah kami ambil untuk diperiksa di laboratorium,” tegasnya dalam konferensi pers.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menduga adanya kandungan bahan berbahaya dalam minuman tersebut. Diduga kuat minuman MBG tidak terdaftar secara resmi atau menggunakan bahan pengawet di luar batas aman.

Pemerintah daerah bersama BPOM dan dinas kesehatan juga menelusuri jalur distribusi produk tersebut untuk mengetahui asal produsen dan pengecer.

Baca Juga : Ilmuwan Resmi Akui Penyakit Baru Diabetes Tipe 5, Apa Bedanya dengan Jenis Lain

Seluruh siswa yang menjadi korban telah mendapatkan perawatan intensif, dan sebagian besar sudah diperbolehkan pulang. Namun, beberapa anak masih dalam observasi untuk memastikan tidak ada komplikasi lanjutan.

Pihak sekolah juga diminta memperketat pengawasan terhadap pedagang jajanan di lingkungan sekolah. Pemerintah daerah berjanji akan melakukan razia produk pangan yang tidak memiliki izin edar.

Imbauan untuk Orang Tua dan Sekolah

BGN mengimbau orang tua agar lebih waspada terhadap jajanan yang dikonsumsi anak-anak. Sementara pihak sekolah diharapkan dapat mengontrol pedagang dan hanya mengizinkan produk yang sudah lolos uji keamanan pangan.

“Pencegahan jauh lebih penting. Kami harap masyarakat ikut berperan aktif,” tambah Kepala BGN.

Berita Hari Ini

Leave a Comment