arahkata.com – Bintang asal Polandia, Robert Lewandowski, akhirnya buka suara mengenai spekulasi masa depannya di FC Barcelona. Dalam sesi wawancara terbaru menjelang laga Liga Champions melawan Club Brugge, pemain berusia 37 tahun itu menegaskan bahwa dirinya memilih tetap fokus pada performa dan membantu tim meraih kemenangan, ketimbang memikirkan kontrak atau rumor transfer.
Lewandowski Tenang Soal Masa Depan
Lewandowski yang masih terikat kontrak hingga Juni 2026 menyatakan bahwa ia tidak merasa terbebani oleh pembicaraan mengenai masa depannya. Bagi sang striker, prioritas utamanya saat ini adalah tampil konsisten dan memberikan kontribusi maksimal untuk tim asuhan Hansi Flick.
“Saya tenang. Saat ini bukan waktunya untuk berbicara soal masa depan,” ujar Lewandowski kepada wartawan, dikutip dari laman resmi Barca Blaugranes.
“Yang paling penting bagi saya sekarang adalah tim, bagaimana saya bisa membantu Barcelona memenangkan pertandingan dan kembali bersaing di semua kompetisi.”
Pernyataan tersebut muncul setelah beredar kabar bahwa manajemen Barcelona tengah meninjau ulang struktur skuad untuk musim depan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa klub mungkin tidak akan memperpanjang kontrak Lewandowski karena faktor usia dan gaji tinggi yang masih ia terima sejak bergabung dari Bayern Munich pada 2022.
Namun, pemain yang telah mencetak lebih dari 70 gol untuk Barcelona itu tampak tidak ingin terpengaruh isu eksternal. Ia mengaku ingin menikmati setiap momen bermain di Camp Nou, terutama setelah sempat absen karena cedera otot di awal musim.
“Saya merasa jauh lebih baik sekarang. Cedera di awal musim membuat saya frustrasi, tetapi saya kembali dalam kondisi yang kuat,” tambahnya.
“Saya ingin terus mencetak gol dan membantu tim. Saya tidak berpikir tentang masa depan terlalu jauh. Semua akan datang pada waktunya.”
Performa Mulai Kembali Tajam
Meski usia tidak lagi muda, performa Lewandowski musim ini masih tergolong impresif. Dalam 10 laga terakhir di semua kompetisi, ia mencatatkan 6 gol dan 3 assist termasuk satu gol penting dalam kemenangan 2-1 atas Girona pekan lalu di La Liga.
Pelatih Hansi Flick mengakui bahwa kehadiran Lewandowski masih sangat vital, baik dari sisi pengalaman maupun kepemimpinan di ruang ganti.
“Robert adalah pemain yang luar biasa profesional. Dia tahu bagaimana menjaga tubuhnya, mempersiapkan diri, dan membantu pemain muda. Saya sangat menghormatinya,” ujar Flick.
“Kami membutuhkan kombinasi pemain muda dan senior, dan Robert menjadi contoh yang baik untuk generasi berikutnya.”
Nama Lewandowski juga disebut-sebut memiliki pengaruh besar dalam perkembangan bintang muda seperti Lamine Yamal dan Marc Guiu. Dalam beberapa kesempatan, sang striker terlihat memberikan arahan langsung di lapangan kepada para pemain muda yang baru menembus skuad utama.
Baca Juga: Kapan Waktu Pasti Ronaldo Pensiun dari Sepak Bola?
Barcelona di Tengah Transisi
Barcelona sendiri saat ini sedang menjalani fase transisi besar di bawah kepemimpinan Hansi Flick. Setelah musim lalu gagal bersaing dengan Real Madrid dalam perebutan gelar La Liga, Blaugrana kini berusaha menata ulang struktur permainan dan memperkuat fondasi tim muda.
Manajemen klub tengah berupaya menyeimbangkan keuangan, terutama setelah aturan Financial Fair Play La Liga membatasi pengeluaran gaji pemain. Situasi ini membuat beberapa pemain senior, termasuk Lewandowski, menjadi bahan evaluasi.
“Kami menghormati setiap pemain, tapi klub harus berpikir jangka panjang,” ujar direktur olahraga Deco kepada media Spanyol, Sport.
“Robert adalah legenda modern, tetapi kami juga harus mempersiapkan generasi baru untuk masa depan Barcelona.”
Rumor menyebutkan bahwa Barcelona tengah memantau beberapa penyerang muda di Eropa, di antaranya Benjamin Šeško (RB Leipzig) dan Evan Ferguson (Brighton). Namun, belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan menggantikan Lewandowski bila sang striker memutuskan hengkang.
Faktor Usia dan Adaptasi Gaya Main
Sejak datang dari Bayern Munich dengan status megatransfer senilai €50 juta, Lewandowski langsung tampil gemilang di musim pertamanya (2022/2023) dengan torehan 33 gol di semua kompetisi dan membantu Barcelona meraih gelar La Liga. Namun, performanya menurun di musim berikutnya, dengan hanya 18 gol di musim 2023/2024.
Penurunan ini dianggap wajar, mengingat usianya yang kini menginjak 37 tahun. Meski begitu, Lewandowski berusaha menyesuaikan diri dengan peran baru lebih banyak menjadi target man dan mentor bagi pemain muda, ketimbang sekadar pencetak gol utama.
“Saya tahu tubuh saya sudah tidak seperti lima atau enam tahun lalu,” katanya kepada Mundo Deportivo.
“Tapi saya punya pengalaman dan pemahaman taktik yang bisa membantu tim. Sepak bola tidak hanya soal kecepatan, tapi juga kecerdasan bermain.”
Pendekatan realistis ini membuat publik menilai Lewandowski masih bisa berkontribusi, asalkan peran dan menit bermainnya dikelola dengan tepat oleh pelatih.
Baca Juga: 3 Tim Masih Catat Rekor 100 Persen Usai Matchday 4 Liga Champions
Sinyal dari Klub dan Hubungan dengan Fans
Meski masa depan kontraknya belum jelas, hubungan antara Lewandowski dan fans Barcelona tetap harmonis. Dalam laga kandang terakhir melawan Osasuna, para suporter sempat meneriakkan namanya setelah ia mencetak gol di menit ke-74. Sang striker membalas dengan tepuk tangan ke arah tribune gestur sederhana yang menunjukkan rasa saling menghargai.
Di sisi lain, beberapa media Spanyol melaporkan bahwa manajemen klub kemungkinan baru akan mengambil keputusan terkait masa depan Lewandowski pada akhir musim 2025/2026, setelah menilai performa dan kondisi fisiknya.
“Kami tidak terburu-buru. Robert masih pemain penting, dan kami menghormati dedikasinya,” kata sumber internal klub yang dikutip Marca.
“Yang jelas, keputusan apa pun nanti akan diambil dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi klub dan pemain.”
Tantangan ke Depan
Barcelona masih menghadapi jadwal padat hingga akhir tahun, termasuk pertandingan penting di Liga Champions dan El Clásico yang akan digelar bulan depan. Bagi Lewandowski, setiap laga kini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa dirinya masih layak berada di level tertinggi.
Jika berhasil menjaga performa hingga akhir musim, bukan tidak mungkin manajemen akan mempertimbangkan perpanjangan kontrak satu tahun seperti yang pernah dilakukan klub terhadap legenda seperti Dani Alves dan Sergio Busquets di masa lalu.
“Saya hanya ingin menikmati sepak bola. Saya masih punya semangat dan cinta yang sama untuk permainan ini,” tutup Lewandowski.
Robert Lewandowski mungkin sudah memasuki tahap akhir dalam kariernya di level tertinggi, tetapi mentalitas dan profesionalismenya tetap menjadi panutan. Di tengah ketidakpastian masa depan, ia memilih untuk fokus pada tim dan menikmati setiap momen di lapangan, sebuah sikap yang memperlihatkan kedewasaan seorang pemain yang telah melewati segala puncak karier.
Bagi Barcelona, keberadaan Lewandowski bukan hanya soal gol, melainkan juga tentang pengalaman, etos kerja, dan warisan nilai bagi generasi penerus. Musim 2025/2026 bisa jadi menjadi babak terakhirnya bersama Blaugrana atau mungkin awal dari peran baru di balik layar klub yang telah ia bela dengan penuh dedikasi.







