Jakarta,arahkata – Otoritas Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Februari 2026 mengalami peningkatan sebesar 9,37 persen secara tahunan. Total penyaluran kredit disebut mencapai Rp8,56 triliun, menunjukkan aktivitas pembiayaan yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi. 📊
Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan, kenaikan kredit didorong oleh beberapa sektor utama, seperti perdagangan, manufaktur, dan konsumsi rumah tangga. Permintaan pembiayaan dinilai meningkat seiring pemulihan aktivitas ekonomi.
Selain itu, kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga menunjukkan tren positif. Hal ini dianggap sebagai indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha.
Otoritas Jasa Keuangan menyebut kondisi likuiditas perbankan masih berada pada level yang memadai. Rasio kecukupan modal dan kualitas aset dinilai stabil, sehingga ruang ekspansi kredit tetap terbuka.
Pertumbuhan kredit yang konsisten diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi nasional. Penyaluran pembiayaan dapat membantu dunia usaha memperluas produksi serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Baca Juga : Harga Minyak Melesat ke US$110 Gara-gara Gangguan Pasokan Global
Ke depan, regulator akan terus memantau dinamika global dan domestik. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, pertumbuhan kredit diharapkan tetap berlanjut sepanjang tahun.







