Jakarta,arahkata – Pemilihan alat masak sering kali dianggap sepele, padahal menurut sejumlah pakar kesehatan, beberapa jenis peralatan dapur justru dapat menimbulkan risiko serius bagi tubuh. Baru-baru ini, seorang pakar keamanan pangan mengungkap bahwa alat masak tertentu dapat melepaskan zat kimia berbahaya yang berpotensi memicu kanker apabila digunakan dalam jangka panjang.
Peringatan ini membuat masyarakat lebih waspada terhadap material peralatan dapur yang selama ini digunakan sehari-hari.
Jenis alat masak yang paling mendapat perhatian adalah penggorengan atau panci anti lengket berbahan kimia PFAS (Per- and Polyfluoroalkyl Substances). Bahan ini biasanya terdapat pada lapisan teflon yang membuat permukaan wajan tidak lengket saat digunakan memasak.
Menurut pakar, ketika alat masak anti lengket dipanaskan terlalu tinggi—umumnya di atas 260°C—lapisan teflon dapat mengalami kerusakan dan melepaskan partikel berbahaya ke udara maupun ke dalam makanan.
Mengapa PFAS Berbahaya?
PFAS dikenal sebagai forever chemicals, yaitu zat kimia yang sangat sulit terurai dalam tubuh maupun lingkungan. Paparan jangka panjang PFAS dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, di antaranya:
-
Peningkatan risiko kanker (terutama kanker ginjal dan kanker testis)
-
Gangguan hormon
-
Penurunan sistem imun
-
Gangguan fungsi tiroid
-
Masalah perkembangan pada anak
Inilah alasan para ahli menekankan pentingnya memilih alat masak yang aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
Risiko Meningkat saat Lapisan Mulai Terkelupas
Banyak orang tetap menggunakan wajan anti lengket meski lapisannya sudah mengelupas sedikit. Padahal menurut pakar, kondisi ini justru semakin memperbesar risiko perpindahan zat kimia ke makanan.
Wajan yang sudah tergores, retak, atau baret sebaiknya langsung ditinggalkan. Penggunaan dalam kondisi rusak dapat membuat partikel kecil dari lapisan tersebut tercampur dengan makanan tanpa disadari.
Alternatif Alat Masak yang Lebih Aman
Untuk meminimalkan risiko paparan zat berbahaya, pakar merekomendasikan penggunaan alat masak yang lebih stabil secara kimia dan aman untuk jangka panjang, seperti:
✔ Stainless Steel
Tahan lama, tidak mudah bereaksi dengan makanan, dan aman digunakan pada suhu tinggi.
✔ Cast Iron (Besi Cor)
Bisa digunakan untuk memasak pada suhu sangat tinggi dan justru menambah sedikit mineral besi yang bermanfaat.
✔ Keramik Asli (Bukan Lapisan Keramik Kimia)
Non-toxic dan tidak bereaksi pada makanan asam.
✔ Aluminium Anodized
Lebih aman karena proses anodisasi mengurangi risiko perpindahan logam ke makanan.
Mengganti alat masak dengan bahan-bahan tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan keluarga.
Tips Aman Menggunakan Wajan Anti Lengket Jika Terpaksa
Jika masih ingin menggunakan wajan anti lengket, pakar memberikan beberapa tips untuk mengurangi risiko:
-
Jangan panaskan wajan kosong pada suhu tinggi
-
Gunakan api kecil hingga sedang
-
Hindari alat masak berbahan logam untuk mencegah tergores
-
Buang wajan begitu lapisan mulai rusak atau mengelupas
-
Pilih produk bebas PFAS (PFOA-free, PFOS-free), meski tetap harus berhati-hati
Peringatan pakar mengenai bahaya alat masak anti lengket bukan untuk membuat masyarakat panik, melainkan agar lebih bijak memilih peralatan dapur. Paparan zat kimia seperti PFAS memang tidak langsung menimbulkan gejala, namun efek jangka panjangnya dapat membahayakan kesehatan, termasuk meningkatkan risiko kanker.
Baca Juga : Atraksi Imersif Pixar Terbesar Dunia, dari Toy Story hingga Inside Out
Dengan memilih material yang aman dan mengikuti cara penggunaan yang benar, risiko dapat diminimalkan. Pada akhirnya, kesehatan keluarga dimulai dari apa yang kita masak—dan alat apa yang kita gunakan untuk memasaknya.







