Pengakuan Alvi soal Motif Mutilasi Pacar hingga Ratusan Potong

Adelia Prameswari

Pengakuan Alvi soal Motif Mutilasi Pacar hingga Ratusan Potong
alvi maulana

Jakarta,arahkata – Kasus mutilasi yang dilakukan Alvi terhadap pacarnya membuat publik terhenyak. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta, Alvi akhirnya buka suara mengenai motif di balik perbuatannya yang sadis hingga memotong tubuh korban menjadi ratusan bagian.

Di hadapan majelis hakim, Alvi mengaku perbuatannya dipicu rasa cemburu yang mendalam. Ia menuduh sang pacar berselingkuh, sehingga timbul amarah yang tak bisa ia kendalikan.

“Dia sering berbohong, saya tahu dia dekat dengan laki-laki lain. Saya sakit hati, akhirnya saya lakukan itu,” ujar Alvi dengan suara bergetar.

Jaksa penuntut umum (JPU) menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan, Alvi dengan tenang melakukan mutilasi setelah membunuh korban. Tubuh korban dipotong hingga ratusan bagian menggunakan alat tajam yang sudah disiapkan.

“Pelaku melakukan pemotongan dengan sangat terencana. Bagian tubuh korban kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik berbeda,” jelas jaksa.

Upaya Menyembunyikan Jejak

Alvi juga mengakui bahwa dirinya sempat berusaha membuang potongan tubuh korban ke sejumlah lokasi berbeda agar sulit ditemukan polisi. Namun, upaya itu gagal setelah aparat berhasil melacak keberadaan barang bukti melalui rekaman CCTV.

“Saya panik, saya hanya ingin semua cepat selesai, jadi saya buang di beberapa tempat,” kata Alvi.

Keluarga korban yang hadir di persidangan tidak mampu menahan tangis mendengar pengakuan Alvi. Mereka meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman maksimal, bahkan hukuman mati, agar perbuatan keji tersebut tidak terulang.

Baca Juga : Menakar Pesan Politik di Balik Lawatan Prabowo di Beijing

“Kami tidak sanggup mendengar detailnya. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan seberat-beratnya,” ujar ayah korban.

Jaksa menegaskan bahwa Alvi didakwa dengan pasal berlapis, mulai dari pembunuhan berencana hingga perbuatan yang melanggar norma kemanusiaan. Ancaman hukuman seumur hidup hingga pidana mati kini menanti Alvi.
Kasus ini menimbulkan gelombang reaksi publik di media sosial. Banyak yang mengaku sulit membayangkan bagaimana seorang manusia bisa melakukan tindakan sedemikian sadis kepada orang yang dicintainya.

Berita Hari Ini

Leave a Comment