Perkembangan Sekolah Rakyat Disampaikan Gus Ipul kepada Presiden Prabowo

Putri Arahkata

Potret Pak Prabowo dan Gus Ipul ( Instagram Pribadi gusipul_id)

arahkata – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima laporan resmi dari mantan Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus penggagas program Sekolah Rakyat, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, terkait perkembangan program pendidikan tersebut. Pertemuan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta dengan agenda utama membahas capaian, tantangan, serta rencana pengembangan Sekolah Rakyat ke depan.

Sekolah Rakyat Hadir untuk Masyarakat Kurang Mampu

Dalam laporannya, Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai alternatif pendidikan inklusif bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera yang sulit mengakses sekolah formal. Program ini dirancang untuk menekan angka putus sekolah sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan hidup.

“Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak agar tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan. Kami berfokus pada penguatan karakter, literasi dasar, dan keterampilan hidup,” ungkap Gus Ipul.

350 Titik Sekolah Rakyat, 42 Ribu Anak Terbantu

Hingga pertengahan 2025, sudah ada lebih dari 350 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di 18 provinsi. Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 42 ribu anak telah menjadi peserta aktif, baik di tingkat pendidikan dasar maupun menengah. Beberapa sekolah bahkan mengembangkan kurikulum berbasis kearifan lokal, seperti pembelajaran kesenian, pertanian, hingga kerajinan tradisional.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Rapat Bahas Stabilitas Ekonomi dan Situasi Nasional Terkini

Presiden Prabowo Berikan Apresiasi

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras Gus Ipul beserta relawan yang mendukung gerakan pendidikan ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan tanpa diskriminasi.

“Pemerintah sangat mengapresiasi inisiatif seperti Sekolah Rakyat ini. Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa, dan kita tidak boleh membiarkan ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena faktor ekonomi,” ujar Presiden Prabowo.

Ia juga meminta Kementerian Pendidikan menindaklanjuti model Sekolah Rakyat agar dapat diintegrasikan ke dalam program nasional.

Tantangan: Keterbatasan Sumber Daya

Dalam pertemuan itu, Gus Ipul menegaskan bahwa tantangan terbesar adalah keterbatasan sumber daya, baik dari segi dana maupun tenaga pengajar. Dukungan pemerintah, swasta, dan masyarakat luas diharapkan bisa memperkuat keberlangsungan program ini.

“Kalau kita ingin anak-anak dari pelosok bisa bermimpi besar, maka negara harus hadir. Dukungan Presiden Prabowo hari ini menjadi semangat baru bagi kami,” kata Gus Ipul.

Harapan ke Depan

Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat arah pembangunan pendidikan Indonesia yang lebih merata. Dengan perhatian langsung dari Presiden, Sekolah Rakyat diharapkan berkembang menjadi bagian dari solusi nasional untuk mengatasi kesenjangan pendidikan.

Pemerintah juga berencana melakukan studi mendalam dan kemungkinan pengalokasian anggaran khusus agar Sekolah Rakyat bisa menjadi model inspiratif bagi daerah lain.

Berita Hari Ini

Leave a Comment