Jakarta,arahkata – Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi rencana pemerintah untuk melakukan negosiasi ulang terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Dengan gaya santainya, Purbaya menyebut langkah tersebut sebagai hal yang baik, seraya menegaskan bahwa ia tidak terlibat secara langsung dalam proses negosiasi.
Sejak awal, pendanaan proyek KCJB sebagian besar menggunakan skema utang dari konsorsium Tiongkok. Beberapa penyesuaian dilakukan akibat pembengkakan biaya proyek, sehingga pembayaran cicilan menjadi salah satu fokus pemerintah sebelum melanjutkan ekspansi jangka panjang.
Meski tidak terlibat langsung dalam urusan teknis proyek, Purbaya tetap memantau dampaknya terhadap sistem keuangan nasional. Ia menekankan bahwa keberlanjutan pendanaan infrastruktur harus tetap sejalan dengan kemampuan fiskal negara.
Upaya Pemerintah Jaga Keuangan Negara
Rencana negosiasi ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah:
-
Menekan beban bunga utang jangka panjang
-
Menata ulang skema pembiayaan mega proyek
-
Memastikan investasi infrastruktur tetap produktif
Bahkan, pemerintah dikabarkan tengah mengkaji opsi perpanjangan tenor dan penyesuaian bunga agar pembayaran lebih terkendali dalam jangka panjang.
Langkah pemerintah untuk membicarakan ulang beban utang KCJB dipandang positif oleh Purbaya. Dengan nada bercanda sekaligus optimistis, ia menegaskan bahwa proses tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keuangan negara tetap sehat.
Baca Juga : Bea Cukai Mataram Sisir Jalur Masuk Pakaian Bekas Impor ke Lombok
Negosiasi ulang ini diharapkan memberi ruang fiskal lebih longgar, sehingga pembangunan infrastruktur bisa terus berjalan tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.







