Jakarta,arahkata – Calon anggota Dewan Komisioner **Otoritas Jasa Keuangan (OJK), **Friderica Widyasari Dewi, memaparkan sejumlah strategi saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di **Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR). Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan delapan langkah strategis atau “jurus” yang diharapkan dapat memperkuat sektor jasa keuangan Indonesia.
Uji kelayakan tersebut berlangsung di hadapan Komisi XI DPR yang membidangi keuangan dan perbankan. Dalam kesempatan itu, Friderica menjelaskan berbagai pendekatan yang akan ia dorong jika dipercaya menjadi bagian dari Dewan Komisioner OJK.
Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat perlindungan konsumen di sektor keuangan. Menurutnya, meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital membuat masyarakat membutuhkan perlindungan yang lebih kuat terhadap potensi penipuan maupun praktik keuangan yang tidak transparan.
Baca Juga : Harga Cabai Rawit-Telur Ayam Masih Tinggi Jelang Lebaran 2026
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya memperluas inklusi keuangan di Indonesia. Friderica menilai masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya terhubung dengan layanan keuangan formal. Oleh karena itu, strategi penguatan literasi dan akses keuangan menjadi salah satu prioritas utama.
Dalam paparannya, ia juga menekankan pentingnya inovasi dan transformasi digital di industri jasa keuangan. Perkembangan teknologi dinilai membuka peluang besar bagi sektor keuangan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
Friderica turut mengangkat isu stabilitas sistem keuangan sebagai bagian penting dari strategi yang ia usulkan. Ia menilai pengawasan yang kuat dan koordinasi yang baik antar lembaga menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sektor keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global.







