Gedung DPR Nepal Dilanda Kebakaran, Bendera One Piece Jadi Sorotan

Putri Arahkata

Bendara One Piece Jadi Protes di Nepal. (arahkata)

arahkata – Aksi protes yang dipicu oleh larangan pemerintah Nepal terhadap platform media sosial memuncak dalam jumlah besar. Ribuan demonstrasi yang didominasi oleh generasi muda menyampaikan kemarahan mereka terhadap korupsi dan pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat. Publik dunia menyaksikan bendera Jolly Roger One Piece berkibar di tengah kobaran api di depan gedung parlemen Nepal, Singha Durbar.

Bendera Jolly Roger Berkibar di Tengah Kobaran Api

Foto dramatis dari lokasi menampilkan seorang pengunjuk rasa dengan tenang mengibarkan bendera bergambar tengkorak bertopi jerami di tengah kehancuran. Gedung parlemen itu sendiri terbakar habis, meninggalkan puing-puing berserakan, CCTV hancur, serta struktur internal yang nyaris tidak tersisa.

Puluhan Korban Jiwa dalam Bentrokan dengan Aparat

Aksi ini diperparah oleh bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Laporan menyebutkan setidaknya puluhan orang tewas, dan ratusan luka-luka, baik akibat kontak langsung atau kejadian penembakan.

Adopsi bendera Jolly Roger dalam konteks politik semakin menarik perhatian. Lama dikenal sebagai lambang kru Topi Jerami, bendera ini kini menjadi identitas kolektif para demonstran yang menuntut kebebasan dan keadilan. Simbol ini mencerminkan semangat pemberontakan terhadap rezim otoriter sebuah pesan ampuh yang menyatukan generasi muda di berbagai negara Asia.

Menurut laporan, protes ini dimulai pada awal September 2025, ketika pemerintah Nepal memberlakukan larangan terhadap akses sejumlah langkah media sosial yang ditujukan untuk menekan penipuan dan disinformasi. Namun, kebijakan ini justru dianggap sebagai bentuk memikirkan suara masyarakat, terutama kaum milenial dan Gen Z, yang bergantung pada platform digital untuk mobilisasi dan berekspresi.

Fenomena Bendera One Piece, Dari Indonesia hingga Nepal

Liputan serupa mencatat bahwa sebelum Nepal, fenomena pengibaran bendera One Piece sempat muncul di Indonesia pada Agustus 2025.Di sana, bendera ini juga dipakai sebagai protes udara terhadap kebijakan pemerintah, menjadikannya sebuah tren simbolik lintas negara yang mencerminkan keresahan populer atas pemerintahan yang dianggap tidak responsif.

Baca Juga: Aksi Mesum di Pesawat, Penumpang Foto Bawah Rok Pramugari Ditangkap

Kerusakan Besar pada Bangunan Bersejarah Singha Durbar

Gedung parlemen Nepal yang dibakar memiliki nilai sejarah tinggi kerusakan totalnya menambah bobot tragedi politik ini. Selain memicu perdebatan tentang kebebasan berekspresi, kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan penting mengenai cara negara menanggapi protes dan dampak penggunaan kekerasan perpolitikan dalam menghadapi disrupsi sosial.

Peristiwa ini lebih dari sekedar mengadakan parlemensri. Ini simbolisasi konflik antara generasi baru yang haus kebebasan dan pemerintahan yang mengedepankan otoritas. Terbunuhnya puluhan nyawa dan nyala api di Singha Durbar menjadi tanda nyata bahwa ketegangan politik Nepal kini memasuki titik krusial dengan Jolly Roger sebagai ikon pemberontakan yang tak bisa diabaikan.

Berita Hari Ini

Leave a Comment