Gerindra Pastikan Produksi Mobil Taktis Maung oleh Pindad Sesuai Arahan Prabowo

Putri Arahkata

Foto Tampilan mobil Maung 'Garuda' buatan PT Pindad.

arahkata – Partai Gerindra memastikan bahwa proses produksi kendaraan taktis Maung oleh PT Pindad (Persero) akan berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penggunaan produk dalam negeri, terutama di lingkungan pemerintahan. Produksi Maung kini menjadi simbol baru kemandirian industri pertahanan dan otomotif nasional di era kepemimpinan Prabowo.

Langkah ini menyusul instruksi langsung Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pekan lalu, di mana ia meminta seluruh menteri dan pejabat tinggi negara untuk menggunakan Maung sebagai kendaraan dinas resmi. Arahan tersebut bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi kebijakan strategis untuk memperkuat industri pertahanan nasional dan menekan ketergantungan terhadap impor kendaraan dinas buatan luar negeri.

“Sebentar lagi saudara-saudara semua harus pakai Maung. Mobil bagus pakai kalau libur saja,” ujar Prabowo dengan nada tegas disambut tawa ringan para menteri, sebagaimana terekam dalam video yang beredar usai sidang kabinet.

Gerindra Kawal Produksi Maung oleh Pindad

Menindaklanjuti pernyataan Presiden, Partai Gerindra melalui juru bicaranya, Kawendra Lukistian, menyatakan bahwa partai akan mengawal langsung proses produksi Maung di PT Pindad. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut mencerminkan komitmen nyata pemerintah untuk mendukung produk karya anak bangsa, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor industri pertahanan dan otomotif.

“Kami dari Fraksi Gerindra di DPR akan memastikan Pindad mendapatkan dukungan penuh agar produksi Maung bisa berjalan lancar. Ini bukan hanya kebijakan simbolik, tetapi juga kebijakan strategis untuk memperkuat industri nasional,” ujar Kawendra di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (22/10/2025).

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum, Kejagung Gencar Buru Koruptor SDA

Menurutnya, komitmen ini juga akan diikuti oleh langkah konkret di tingkat kebijakan. DPR, kata dia, siap mengawal regulasi dan anggaran yang diperlukan agar BUMN strategis seperti Pindad dapat meningkatkan kapasitas produksi, riset, dan pengembangan teknologi kendaraan taktis Maung.

“Gerindra percaya bahwa kemandirian bangsa dimulai dari kemampuan memproduksi kebutuhan strategis sendiri — termasuk kendaraan untuk pejabat negara. Apa yang diarahkan Pak Prabowo adalah bentuk nyata nasionalisme ekonomi,” tambah Kawendra.

Arahan Presiden Prabowo: Dukung Produk Dalam Negeri

Instruksi Presiden Prabowo ini bukan langkah mendadak. Sejak menjabat Menteri Pertahanan pada 2019, ia telah mendorong Pindad untuk mengembangkan kendaraan taktis ringan Maung sebagai kendaraan multifungsi dengan desain tangguh namun nyaman digunakan di berbagai medan.

Kendaraan ini awalnya dirancang untuk kebutuhan militer, tetapi kini dikembangkan dalam versi sipil dan dinas. Prabowo ingin agar Maung menjadi ikon mobil buatan Indonesia yang memiliki daya saing global.

“Kita harus bangga pada karya anak bangsa. Kalau negara lain bisa bangga dengan mobil nasionalnya, Indonesia juga harus punya kendaraan kebanggaan sendiri,” kata Prabowo dalam beberapa kesempatan sebelumnya.

Maung yang diproduksi oleh Pindad kini hadir dengan beberapa varian, termasuk versi 4×4 yang dapat digunakan untuk operasi militer dan versi modifikasi untuk keperluan dinas sipil. Dengan desain kokoh, mesin bertenaga 2.800 cc turbo diesel, serta kemampuan melintasi medan berat, Maung disebut cocok untuk kebutuhan dinas di berbagai wilayah Indonesia dari kota besar hingga daerah pelosok.

Pindad Siap Tingkatkan Produksi

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose, menegaskan bahwa pihaknya siap memenuhi arahan Presiden Prabowo dengan meningkatkan kapasitas produksi Maung. Saat ini, pabrik Pindad di Bandung dan Malang tengah menyiapkan lini produksi tambahan untuk mempercepat realisasi kendaraan dinas bagi jajaran kementerian.

“Kami siap memproduksi Maung sesuai kebutuhan pemerintah. Arahan Bapak Presiden sangat jelas: gunakan produk dalam negeri. Ini menjadi tantangan dan kebanggaan bagi kami di Pindad,” ujar Abraham Mose.

Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal, Pindad menargetkan produksi sekitar 500 unit Maung untuk kebutuhan pemerintah pusat dan daerah. Namun, kapasitas tersebut akan terus ditingkatkan seiring dengan dukungan pendanaan dan perluasan fasilitas produksi.

Pindad juga telah menggandeng beberapa perusahaan lokal untuk memasok komponen dalam negeri, seperti karoseri, sistem suspensi, dan interior kendaraan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) Maung hingga lebih dari 70 persen.

Simbol Kemandirian dan Efisiensi

Kebijakan penggunaan Maung sebagai kendaraan dinas juga dinilai sebagai langkah efisiensi anggaran negara. Dengan memanfaatkan produk lokal, pemerintah dapat menekan biaya impor kendaraan dinas yang selama ini cukup tinggi, sekaligus menggerakkan ekonomi dalam negeri.

Selain itu, kebijakan ini memiliki makna strategis dalam konteks kemandirian industri pertahanan nasional. Pindad, sebagai bagian dari Defend ID, kini tengah diarahkan menjadi pemain utama dalam pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) dan kendaraan militer.

“Kita harus mandiri dalam industri strategis. Kita tidak boleh terus bergantung pada produk asing. Maung ini bukti bahwa anak bangsa mampu menghasilkan produk kelas dunia,” ujar Kawendra menegaskan.

Respon Positif dari Kabinet dan Publik

Beberapa menteri menyambut baik kebijakan ini. Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian, misalnya, disebut-sebut menjadi yang pertama mencoba kendaraan Maung di lingkungan istana. Mereka menilai mobil tersebut tangguh, nyaman, dan representatif sebagai kendaraan dinas pejabat negara.

Di sisi lain, publik juga menunjukkan antusiasme tinggi di media sosial. Banyak warganet memuji langkah Prabowo karena dinilai konsisten dengan semangat nasionalisme dan pemberdayaan industri lokal. Tagar #BanggaBuatanIndonesia dan #MaungPindad bahkan sempat menjadi trending di X (Twitter) sejak arahan tersebut disampaikan.

Namun demikian, beberapa pihak mengingatkan agar kebijakan ini diikuti dengan pengawasan ketat terhadap anggaran dan proses pengadaan. Pemerhati kebijakan publik menilai, transparansi harus dijaga agar proyek ini benar-benar bermanfaat dan tidak menimbulkan beban baru pada keuangan negara.

Tantangan Kapasitas Produksi

Meski penuh dukungan, tantangan utama yang dihadapi Pindad saat ini adalah kapasitas produksi. Dengan jumlah menteri dan pejabat tinggi negara yang cukup banyak, kebutuhan kendaraan dinas Maung bisa mencapai ribuan unit.

“Kami terus menghitung kemampuan produksi. Target awal 500 unit sudah disiapkan, tetapi untuk skala nasional tentu perlu waktu dan dukungan tambahan,” kata Abraham Mose.

Pemerintah, melalui Kementerian BUMN dan Kementerian Pertahanan, kini tengah menyiapkan peta jalan peningkatan kapasitas produksi Pindad hingga dua kali lipat dalam dua tahun ke depan.

Dampak Ekonomi dan Citra Nasional

Selain dampak langsung pada industri otomotif, kebijakan ini juga diperkirakan akan meningkatkan citra Indonesia sebagai negara yang mampu memproduksi kendaraan taktis berkualitas tinggi. Beberapa negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah bahkan dikabarkan mulai melirik Maung untuk potensi ekspor, terutama versi militernya.

Baca Juga: Alasan Prabowo Minta BGN Sediakan Sendok demi Cegah Keracunan MBG

Kebijakan ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menekankan “kemandirian ekonomi nasional” dan “cinta produk lokal” sebagai dua prinsip utama pemerintahan periode 2024–2029.

“Kalau kita tidak mulai dari sekarang, kapan lagi Indonesia punya mobil dinas buatan sendiri?” ujar Kawendra. “Gerindra akan memastikan semua berjalan sesuai arah kebijakan Presiden. Kami akan kawal agar Pindad mendapat dukungan penuh, baik dari sisi anggaran, riset, maupun pemasaran.”

Kendaraan Maung kini bukan sekadar kendaraan taktis atau alat transportasi pejabat negara. Ia telah menjadi simbol baru kebanggaan nasional hasil karya anak bangsa yang siap bersaing di kancah global.

Dengan dukungan politik yang kuat dari Gerindra, keberpihakan pemerintah terhadap industri lokal, serta semangat nasionalisme yang dihidupkan kembali oleh Presiden Prabowo, produksi Maung oleh Pindad menjadi langkah penting menuju kemandirian industri otomotif dan pertahanan Indonesia.

Berita Hari Ini

Leave a Comment