Jakarta,arahkata – Gagasan pembentukan “family office” kembali menjadi sorotan setelah Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan skema tersebut berpotensi menarik arus investasi besar ke Indonesia. Menurutnya, keberadaan layanan pengelolaan kekayaan keluarga superkaya dapat menjadi pintu masuk modal global. 💼📊
Family office merupakan lembaga yang mengelola aset individu atau keluarga dengan kekayaan besar. Layanan ini biasanya mencakup investasi, perencanaan pajak, hingga pengelolaan portofolio lintas negara.
Dalam konteks Indonesia, konsep ini disebut bisa menjadi strategi untuk meningkatkan daya tarik investasi non-konvensional.
Luhut Binsar Pandjaitan menilai negara yang sukses menerapkan konsep ini mampu mengundang investor kelas kakap. Ia menyebut kemudahan regulasi, fasilitas pajak, dan kepastian hukum menjadi faktor kunci.
Dengan pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan dapat bersaing dengan negara lain yang sudah lebih dulu menawarkan layanan serupa.
Namun sejumlah pengamat menilai efektivitas family office bergantung pada kesiapan regulasi. Tanpa aturan yang jelas, investor mungkin masih ragu menempatkan aset dalam jumlah besar.
Baca Juga : OJK Catat Kredit Februari 2026 Naik 9,37% Menjadi Rp8,56 T
Meski ada tantangan, potensi tetap terbuka. Indonesia memiliki pasar domestik besar serta peluang investasi di sektor energi, infrastruktur, dan teknologi.
Jika kebijakan family office diterapkan dengan matang, arus modal baru bisa membantu mempercepat pembangunan. 🚀
Pada akhirnya, keberhasilan konsep ini tidak hanya bergantung pada klaim, tetapi juga implementasi konkret yang mampu memberikan rasa aman bagi investor global.







