Jakarta,arahkata – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia akhirnya angkat bicara mengenai polemik penolakan Israel terhadap rencana Turki mengirim pasukan perdamaian ke Gaza. Wacana tersebut sempat mencuat sebagai salah satu langkah internasional untuk meredam eskalasi kekerasan dan mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah yang terus dilanda konflik.
Menlu RI menegaskan bahwa setiap upaya yang bertujuan memberikan perlindungan bagi warga sipil seharusnya mendapatkan dukungan, bukan penolakan. Ia menyebut bahwa situasi di Gaza sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan, di mana akses medis, logistik, serta keamanan masyarakat lokal terus terancam.
Dalam pernyataannya, Menlu Indonesia mengingatkan bahwa hukum humaniter internasional berlaku bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik. Setiap negara dinilai wajib memastikan keselamatan warga sipil dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
Ia juga menegaskan bahwa pembentukan pasukan perdamaian bukan semata agenda politis, melainkan mandat internasional yang bertujuan mencegah korban tambahan.
Israel sebelumnya menolak keras kehadiran pasukan Turki dengan alasan keamanan dan politis. Pemerintah Benjamin Netanyahu menganggap langkah tersebut sebagai intervensi dan menimbulkan ketegangan diplomatik baru. Sementara Turki menilai penolakan itu sebagai pengabaian terhadap penderitaan penduduk Gaza.
Indonesia Dorong Solusi Diplomatik
Menlu RI menambahkan bahwa Indonesia terus berupaya mendorong dialog konstruktif di forum multilateral. Langkah kolektif dipandang sebagai jalan terbaik karena situasi Gaza tidak bisa diselesaikan sepihak.
Baca Juga : Trump Tuduh China & Rusia Diam-diam Uji Coba Nuklir
Indonesia berharap negara-negara anggota PBB, terutama Dewan Keamanan, bersikap lebih tegas dalam menanggapi agresi dan blockade yang masih berlangsung. Dukungan internasional untuk upaya perdamaian dinilai semakin mendesak mengingat kondisi lapangan terus memburuk.







