Jakarta,arahkata – Otoritas Myanmar kembali melakukan operasi besar-besaran terhadap jaringan perjudian online (judol) yang beroperasi secara ilegal di wilayahnya. Dalam penggerebekan terbaru, aparat berhasil menangkap 346 warga negara asing (WNA) serta menyita lebih dari 10 ribu ponsel yang digunakan untuk menjalankan aktivitas judi digital lintas negara.
Aksi tersebut dilakukan di sebuah kompleks bangunan yang telah lama dicurigai sebagai pusat operasi sindikat judol. Aparat gabungan dari kepolisian dan militer mengepung lokasi sejak pagi hari sebelum melakukan penyisiran ruangan demi ruangan.
Pihak berwenang menyebut operasi ini sebagai salah satu yang paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena besarnya jumlah pelaku serta bukti fisik yang berhasil diamankan.
Dari 346 orang yang diamankan, mayoritas merupakan warga negara asing yang diduga direkrut untuk bekerja sebagai operator layanan judi online. Mereka menjalankan berbagai fungsi, mulai dari customer service, analisis data kemenangan, hingga pengelolaan transaksi keuangan.
Para pelaku diduga berasal dari sejumlah negara Asia seperti Tiongkok, Thailand, Kamboja, dan beberapa negara lain yang selama ini menjadi sasaran sindikat perekrut tenaga kerja ilegal.
Lebih dari 10 Ribu Ponsel Disita
Dalam penggerebekan tersebut, aparat juga menemukan ribuan perangkat elektronik yang digunakan untuk mengoperasikan jaringan judol. Termasuk di antaranya:
-
10.000+ ponsel pintar
-
Ratusan laptop dan komputer meja
-
Server penyimpanan data
-
Alat komunikasi internal dan perangkat jaringan
Ponsel-ponsel itu digunakan untuk membuat ribuan akun palsu, mengelabui sistem pembayaran, dan menjalankan layanan judi ke berbagai negara.
Modus Perekrutan Dijanjikan Gaji Tinggi, Berujung Eksploitasi
Laporan yang diterima otoritas menyebutkan banyak dari mereka dijanjikan pekerjaan bergaji besar, namun sesampainya di lokasi malah disekap serta dipaksa bekerja di bawah tekanan. Kasus seperti ini marak dalam industri kejahatan digital di Asia Tenggara, khususnya di wilayah tanpa pengawasan ketat.
Baca Juga : Monorel Malaysia Mogok saat Rush Hour, 373 Orang Terjebak di Atas Rel
Pemerintah Myanmar menyatakan akan terus melakukan operasi serupa demi menekan aktivitas kejahatan siber, khususnya taruhan online yang semakin berkembang dan kerap melibatkan jaringan internasional.
Negara tersebut juga dikabarkan sedang berkoordinasi dengan pemerintah negara asal para WNA untuk proses pemulangan dan penyelidikan lanjutan.







