Jakarta,arahkata – Aparat kepolisian di Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, berhasil membekuk komplotan pencuri yang selama ini meresahkan warga. Kelompok tersebut diketahui mencuri mesin air dan besi tua dari sejumlah lokasi hingga menyebabkan kerugian mencapai sekitar Rp150 juta.
Dari hasil penyelidikan, para pelaku bekerja secara terorganisir. Mereka menyasar fasilitas dan gudang milik warga maupun perusahaan kecil di wilayah pedesaan yang minim pengawasan. Mesin air yang dicuri kemudian dibongkar untuk diambil komponen logamnya, sedangkan besi tua dijual ke pengepul.
Modus seperti ini telah berlangsung berbulan-bulan hingga masyarakat melapor karena kerugian mulai membengkak dan aktivitas pencurian terjadi hampir setiap pekan.
Polisi bergerak setelah menerima laporan beruntun terkait hilangnya peralatan produksi dan infrastruktur air milik warga. Petugas kemudian membentuk tim khusus untuk memetakan titik-titik kejadian.
Penangkapan dilakukan setelah polisi menemukan kendaraan bak terbuka yang mencurigakan membawa muatan besi hasil curian. Dari pemeriksaan awal, beberapa pelaku mengakui bahwa barang tersebut adalah hasil pembongkaran mesin air.
Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita peralatan yang dipakai untuk membongkar mesin, sarana angkut, hingga catatan penjualan ke pengepul. Total kerugian dihitung mencapai Rp150 juta, meliputi mesin air, material besi, serta kerusakan yang ditimbulkan akibat pembongkaran.
Saat ini polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk memastikan apakah ada jaringan lain yang terlibat, termasuk kemungkinan penampung besar yang menjadi tujuan akhir barang curian.
Polisi Imbau Warga Tingkatkan Keamanan
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar memperketat pengamanan peralatan kerja dan fasilitas yang berada di luar ruangan. Warga juga diajak segera melapor jika mengetahui adanya aktivitas pengangkutan barang mencurigakan, terutama saat malam atau dini hari.
Baca Juga : Golkar Dukung Pembuat Meme Bahlil Dilaporkan ke Polisi
Penangkapan komplotan ini diharapkan menjadi titik balik pengamanan aset warga di Sergai. Polisi menegaskan proses hukum akan dilanjutkan hingga semua pihak yang terlibat diproses sesuai aturan.







