Jakarta,arahkata – Konflik besar yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya di Timur Tengah terus memicu reaksi dari kekuatan global. Dua negara besar, Rusia dan China, disebut mulai mengambil langkah untuk membantu Teheran, baik melalui dukungan diplomatik maupun bantuan strategis di tengah memanasnya situasi kawasan.
Meski belum terlibat langsung dalam pertempuran, kedua negara tersebut memainkan peran penting yang berpotensi,
Table of Contents
ToggleRusia Disebut Berbagi Intelijen Militer
Beberapa laporan menyebut Rusia memberikan dukungan intelijen kepada Iran untuk membantu memantau pergerakan militer Amerika di kawasan. Informasi yang dibagikan mencakup posisi kapal perang serta pesawat tempur AS yang beroperasi di Timur Tengah. Dukungan ini dinilai dapat membantu Iran menentukan target serangan secara lebih akurat.
Selain itu, Rusia juga tetap menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah Iran dan berusaha memanfaatkan pengaruhnya untuk menjaga keseimbangan geopolitik di kawasan. Secara diplomatik, Moskow bersama Beijing juga mendorong pembahasan situasi konflik di Dewan Keamanan PBB.
Namun, para analis menilai Rusia cenderung berhati-hati agar tidak terlibat langsung dalam perang, mengingat negara tersebut masih menghadapi konflik besar lainnya di Eropa Timur.
China Beri Dukungan Politik dan Ekonomi
Sementara itu, China menunjukkan dukungan melalui jalur diplomasi dan ekonomi. Pemerintah Beijing secara terbuka menyatakan menentang serangan militer terhadap Iran dan menyerukan agar semua pihak menghentikan eskalasi konflik.
Selain dukungan politik, sejumlah laporan juga menyebut China sedang mempertimbangkan bantuan finansial serta komponen teknologi militer untuk membantu Iran menghadapi tekanan dari Barat.
China juga aktif melakukan komunikasi dengan berbagai negara di Timur Tengah untuk mendorong dialog dan mencegah konflik berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Aliansi Lama Tiga Negara
Hubungan antara Iran, Rusia, dan China sebenarnya sudah terjalin lama, terutama dalam bidang ekonomi, militer, dan energi. Ketiga negara bahkan beberapa kali menggelar latihan militer bersama di laut serta bekerja sama menghadapi sanksi ekonomi dari negara Barat.
Baca Juga : Korut Ancam Latihan AS-Korsel: Konsekuensinya Sangat Mengerikan







