Trump Setuju Hamas Bikin Kepolisian Amankan Gaza untuk Sementara

Adelia Prameswari

Trump Setuju Hamas Bikin Kepolisian Amankan Gaza untuk Sementara

Jakarta,arahkata – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan persetujuan terhadap rencana Hamas membentuk kepolisian sementara untuk menjaga keamanan di Gaza. Pernyataan ini memicu perdebatan tajam di kalangan internasional, mengingat status Hamas yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh banyak negara Barat.

Trump mengatakan bahwa wilayah Gaza membutuhkan stabilitas segera setelah serangkaian serangan dan operasi militer yang menewaskan ribuan orang. Menurutnya, membentuk kepolisian lokal sementara dapat menjadi solusi praktis untuk mencegah kekacauan dan menjaga ketertiban.

“Jika mereka (Hamas) bisa menjaga ketertiban untuk sementara waktu, itu lebih baik daripada kekosongan kekuasaan yang berujung pada kekacauan,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Rencana ini menuai reaksi beragam dari berbagai pihak. Pemerintah Israel dengan tegas menolak keterlibatan Hamas dalam struktur keamanan apa pun di Gaza, dengan alasan keamanan nasional. Sementara sejumlah negara Arab menyebut langkah ini bisa menjadi pintu masuk untuk proses transisi yang lebih damai—selama ada pengawasan internasional yang ketat.

PBB dan beberapa lembaga kemanusiaan menyerukan kehati-hatian. Mereka menekankan pentingnya solusi jangka panjang yang tidak hanya bersifat militer, tetapi juga mencakup rekonstruksi dan hak warga sipil.

Hamas Siap Bentuk Struktur Keamanan

Hamas sendiri menyatakan kesiapannya membentuk unit kepolisian yang bertugas mengamankan fasilitas publik, melindungi warga sipil, serta membantu distribusi bantuan kemanusiaan. Juru bicara Hamas mengatakan langkah ini bukan bentuk pemerintahan permanen, melainkan “upaya menjaga stabilitas sebelum adanya kesepakatan politik lebih luas.”

Namun, banyak analis internasional menilai langkah ini berpotensi memperkuat kembali posisi Hamas di Gaza, yang selama ini menjadi pusat konflik berkepanjangan dengan Israel.

AS dan Posisi Trump

Pernyataan Trump ini juga mencerminkan kemungkinan perubahan arah kebijakan Amerika Serikat jika ia kembali berkuasa. Selama masa kepresidenannya sebelumnya, Trump dikenal mengambil pendekatan keras terhadap isu Timur Tengah namun juga pragmatis dalam beberapa situasi strategis.

Sejumlah pengamat menyebut dukungan ini lebih bersifat taktis ketimbang ideologis, bertujuan mencegah kekosongan keamanan yang bisa dimanfaatkan kelompok ekstrem lain.

Baca Juga :Saling Klaim Bunuh Musuh dalam Pertempuran Pakistan–Afghanistan

Rencana pembentukan kepolisian sementara oleh Hamas di Gaza masih menuai pro dan kontra di dunia internasional. Meski dianggap sebagai solusi praktis untuk menjaga ketertiban, langkah ini juga memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan politik dan keamanan di kawasan tersebut.

Berita Hari Ini

Leave a Comment