Cerita Mencekam Turis Asing Saat Terjebak Kerusuhan Demo di Nepal

Putri Arahkata

Para demostran protes besar melanda kathmandu, nepal. (arahkata)

arahkata – Demonstrasi besar-besaran yang dipicu larangan penggunaan media sosial dan tuntutan transparansi pemerintahan telah berubah menjadi kekacauan yang membuat para wisatawan asing terjebak dalam situasi yang mencekam. Beberapa turis, termasuk dari India dan Singapura, menceritakan pengalaman pahit mereka saat berada di Nepal tepat ketika kerusuhan meledak.

Salah seorang wisatawan dari Singapura, yang hanya disebut Ms. Yeow, mengatakan bahwa pada Senin sore (5 September), saat sedang minum kopi di sebuah kafe di Pokhara, terdengar keributan luar biasa dari kejauhan. Beberapa demonstran mulai menyebar ke jalan-jalan di dekatnya sambil membawa spanduk dan berteriak tuntutan. Toko-toko satu per satu menutup pintu, kafe tersebut menutup shutter dan meminta pengunjung tetap berada di dalam. Yeow mengatakan,

“Tiba-tiba saja suara ledakan, asap hitam membumbung dari salah satu gedung, dan kaca-kaca di jalan pecah.”

Sementara itu, Upasana Gill, turis India yang datang ke Pokhara untuk kompetisi bola voli, berbagi kisah menakutkan lewat video yang viral. Gill mengatakan bahwa hotel tempatnya menginap dibakar, dan ia hampir dikejar massa dengan tongkat saat berada di spa. Semua barang-barangnya hilang. “Saya melarikan diri dengan nyawa. Hotel itu terbakar, barang saya habis,” ujar Gill sambil menangis meminta bantuan kedutaan India.

Situasi diperparah oleh gangguan komunikasi: listrik padam, jaringan internet terputus, dan transportasi umum lumpuh. Bandara Kathmandu pun sempat ditutup karena keamanan. Banyak penerbangan dibatalkan atau diagendakan ulang, membuat para wisatawan tidak bisa pulang dengan mudah.

Baca Juga: Gedung DPR Nepal Dilanda Kebakaran, Bendera One Piece Jadi Sorotan

Dalam kerusuhan yang disebut “protes Gen Z” ini, setidaknya 19 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam konfrontasi antara para demonstran dan aparat keamanan. Kerusuhan tersebut telah memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri, setelah tekanan massa yang meluas.

Berita Hari Ini

Leave a Comment