Detik-Detik Politisi AS Tewas Ditembak di Leher saat Pidato di Kampus

Putri Arahkata

Seorang politisi lokal dilaporkan tewas setelah ditembak di bagian leher ketika tengah menyampaikan pidato di sebuah kampus
Seorang politisi lokal dilaporkan tewas setelah ditembak di bagian leher ketika tengah menyampaikan pidato di sebuah kampus

arahkataSeorang politisi lokal dilaporkan tewas setelah ditembak di bagian leher ketika tengah menyampaikan pidato di sebuah kampus. Insiden ini sontak menggegerkan mahasiswa, aparat keamanan, hingga media internasional.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (11/9/2025) waktu setempat di sebuah universitas di negara bagian Midwest. Sang politisi, yang diketahui sedang menjadi pembicara dalam forum mahasiswa, baru saja membuka sesi pidato ketika terdengar suara letusan senjata api dari arah kerumunan.

Pelaku disebut berhasil mendekati area kampus dengan menyamar sebagai peserta. Dalam hitungan detik, ia menodongkan pistol dan melepaskan tembakan tepat ke arah panggung, mengenai leher sang politisi.

Baca Juga : Ramai Media Asing Sorot Banjir Bali, Laporkan Hal Ini Jadi Penyebab

Mahasiswa yang hadir panik dan langsung berhamburan keluar ruangan, sementara aparat keamanan kampus bergerak cepat mengamankan lokasi.

Politisi tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan kondisi kritis akibat pendarahan hebat di leher. Namun, tim medis akhirnya menyatakan ia meninggal dunia setelah upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil.Kepolisian setempat menutup akses ke lokasi kejadian dan menggelar olah TKP untuk mengumpulkan barang bukti, termasuk senjata api yang digunakan pelaku.

Polisi mengonfirmasi pelaku penembakan telah ditangkap beberapa menit setelah kejadian. Ia diduga memiliki motif politik sekaligus pribadi, meski hingga kini aparat masih mendalami keterangan awal.

Sejumlah laporan media menyebut pelaku sebelumnya pernah aktif di organisasi mahasiswa dan dikenal memiliki pandangan keras terhadap kebijakan politisi tersebut.

Tragedi penembakan ini langsung memicu gelombang reaksi dari berbagai pihak. Warga kampus mengaku trauma atas kejadian tersebut, sementara masyarakat luas mengecam kembali maraknya kekerasan bersenjata di Amerika Serikat.

Gedung Putih dalam pernyataan resminya menyampaikan belasungkawa mendalam serta menegaskan komitmen untuk memperketat pengawasan kepemilikan senjata api.

Media asing menyoroti insiden ini sebagai cerminan rapuhnya keamanan di ruang publik AS, khususnya lembaga pendidikan. Tragedi tersebut menambah panjang daftar kasus penembakan massal dan penyerangan terhadap pejabat publik di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

  • Seorang politisi AS tewas ditembak di leher saat pidato di kampus.

  • Pelaku berhasil ditangkap, diduga memiliki motif politik dan pribadi.

  • Insiden memicu kembali perdebatan nasional tentang kepemilikan senjata api di Amerika Serikat.

Tragedi ini dipastikan akan menjadi isu politik panas di Washington dan menambah tekanan terhadap pemerintah untuk segera mengambil langkah tegas terkait regulasi senjata api.

Berita Hari Ini

Leave a Comment