Ramai Media Asing Sorot Banjir Bali, Laporkan Hal Ini Jadi Penyebab

Putri Arahkata

Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali pekan ini tidak hanya menjadi perhatian media nasional, tetapi juga disorot oleh berbagai media asing

ArahkataBencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali pekan ini tidak hanya menjadi perhatian media nasional , tetapi juga disampaikan oleh berbagai media asing . Sejumlah laporan internasional menyoroti dampak besar banjir terhadap pariwisata dan dampaknya terhadap masalah tata kelola lingkungan.

Media ternama seperti The Guardian, South China Morning Post, dan ABC News Australia memuat laporan khusus mengenai banjir di Bali. Dalam laporannya, mereka menekankan bahwa banjir tidak hanya merusak organisasi warga, tetapi juga mengganggu aktivitas wisata di kawasan Kuta, Denpasar, hingga Gianyar.

Beberapa wisatawan asing bahkan mengunggah pengalaman mereka terjebak banjir di media sosial, sehingga memperkuat sorotan global terhadap bencana tersebut.

Sejumlah media asing menganalisis mengutip pakar lingkungan yang menyebut banjir Bali terjadi karena kombinasi beberapa faktor:

  1. Curah hujan ekstrem akibat perubahan iklim global.

  2. Alih fungsi lahan di daerah resapan udara, khususnya di kawasan pariwisata.

  3. Sistem drainase yang buruk di beberapa kabupaten/kota.

  4. Tingginya pembangunan properti tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

Bali menghadapi tantangan besar. Jika tidak ada perbaikan tata kelola udara dan pengendalian pembangunan, banjir akan semakin sering terjadi, tulis laporan The Guardian .

Baca Juga : Rencana Jenderal TNI Laporkan Ferry Irwandi Terganjal Aturan

Banjir Bali juga disebut media asing yang berpotensi merusak citra pariwisata Pulau Dewata. Beberapa hotel dan destinasi wisata dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara akses jalan ke bandara sempat terganggu.

Meski begitu, Kementerian Pariwisata menegaskan kondisi sudah membaik. “Kami memastikan pelayanan wisata tetap berjalan, dan situasi saat ini sudah terkendali,” ujar pejabat Kemenparekraf.

Pemerintah Provinsi Bali menyatakan sedang melakukan langkah-langkah darurat, termasuk pengerukan sungai, pembersihan saluran air, dan menyediakan posko pengungsian bagi warga yang terdampak. Gubernur Bali menekankan perlunya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha pariwisata dalam mencegah banjir terulang kembali.

  • Media ramai memberitakan banjir Bali dan menyebutkan penyebab utamanya kombinasi curah hujan ekstrem, tata ruang buruk, serta drainase tidak memadai.

  • Pariwisata memastikan ikut terdampak , meski pemulihan pemerintah berjalan cepat.

  • Pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki tata kelola lingkungan untuk mencegah bencana serupa di masa depan.

Banjir di Bali kini bukan hanya isu lokal, tetapi juga menjadi sorotan internasional yang menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan pariwisata dan kelestarian lingkungan.

Berita Hari Ini

Leave a Comment