Jakarta,arahkata – Ketegangan di Jalur Gaza kembali memanas setelah Israel dilaporkan melancarkan serangan udara yang menargetkan posisi milisi Jihad Islam Palestina, meski kesepakatan gencatan senjata masih berlaku. Serangan ini disebut-sebut sebagai respons atas tembakan roket yang sebelumnya dilepaskan dari wilayah Gaza ke arah permukiman Israel.
Menurut laporan sejumlah saksi mata, ledakan besar terdengar di beberapa titik di Gaza pada Sabtu dini hari waktu setempat. Jet-jet tempur Israel dikabarkan menembakkan rudal ke gudang senjata dan fasilitas pelatihan yang diduga digunakan oleh Jihad Islam. Asap tebal membumbung tinggi di udara, sementara warga sekitar berlarian menyelamatkan diri dari area terdampak.
Pemerintah Israel melalui juru bicara militernya mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan tindakan “pertahanan diri” setelah kelompok militan menembakkan beberapa roket ke wilayah selatan Israel. Namun, pihak otoritas Gaza menilai aksi itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata yang baru disepakati.
Baca Juga : Korsel Isyarat Trump-Kim Jong Un Bakal Kopi Darat Lagi Pekan Depan
Langkah Israel ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk PBB dan sejumlah negara Arab. Mereka menilai bahwa tindakan sepihak tersebut berisiko memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza yang sudah sangat genting.
Organisasi kemanusiaan internasional juga memperingatkan bahwa serangan ini dapat menghambat distribusi bantuan dan memicu gelombang pengungsian baru.
Rumah sakit di Gaza dilaporkan kewalahan menangani korban luka akibat serangan tersebut. Beberapa bangunan tempat tinggal di dekat lokasi militer juga rusak berat, memaksa warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Anak-anak kami ketakutan setiap malam. Kami sudah lelah hidup dalam bayang-bayang perang,” ujar salah satu warga Gaza yang kehilangan rumahnya akibat ledakan.
Meski mediator internasional berupaya menenangkan situasi, tanda-tanda berakhirnya konflik tampak masih jauh. Israel bersikeras akan terus menindak kelompok militan yang dianggap mengancam keamanannya, sementara pihak Jihad Islam menegaskan akan membalas setiap serangan.
Konflik yang tampaknya tak berkesudahan ini kembali menegaskan rapuhnya perdamaian di kawasan tersebut. Dengan setiap peluru dan rudal yang dilepaskan, harapan akan berakhirnya kekerasan di Gaza semakin memudar.







