arahkata.com – Minat pengembang dan entitas bisnis yang terhubung dengan China di sektor properti Singapura semakin meningkat. Alan Cheong, direktur eksekutif untuk riset dan konsultasi di Savills Singapura, mengungkapkan bahwa pengembang Cina yang telah berpengalaman di Singapura kini lebih memahami aturan, regulasi, dan perilaku pasar. Mereka diprediksi akan terus berkompetisi dalam lelang untuk menambah ketersediaan lahan mereka.
Menurut laporan yang dirilis oleh Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura pada Februari, perusahaan-perusahaan dari daratan Cina menjadi investor terbesar kedua di Singapura pada tahun 2025, menyumbang 21 persen dari total investasi aset tetap sebesar S$14,16 miliar (US$11,07 miliar) di semua sektor. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan 2,5 persen pada tahun sebelumnya. Eropa menduduki posisi teratas dengan kontribusi stabil sekitar 25 persen, sementara AS turun ke posisi ketiga dengan penurunan saham menjadi 17,3 persen dari sebelumnya 55,5 persen.
Transaksi penting baru-baru ini termasuk akuisisi lahan seluas hampir 145.500 kaki persegi di Dover Drive oleh CNQC Realty (Prime), Forsea Residence, dan Jianan Realty Investments pada akhir kuartal pertama dengan nilai S$951 juta. Lahan tersebut diperkirakan akan menghasilkan 625 unit hunian.
Pada April tahun lalu, Kingsford Group, melalui Kingsford Huray, memenangkan tender untuk lahan seluas 222.161 kaki persegi yang dikenal sebagai Lentor Gardens di kawasan Lentor Hills, dengan nilai S$429,23 juta. Pada bulan November, pengembang yang berbasis di Cina ini juga berhasil mengakuisisi lahan seluas 147.350 kaki persegi di Telok Blangah Road senilai S$918,3 juta. Situs-situs residensial ini diperkirakan akan menghasilkan lebih dari 1.240 unit.
Pada Maret tahun lalu, SingHaiyi Group dan Haiyi Holdings membeli sebidang tanah di Bayshore Road seluas sekitar 112.992 kaki persegi, yang diharapkan dapat menampung 515 unit, dengan total nilai S$658,9 juta. Pada bulan yang sama, sekelompok pengembang yang terdiri dari Qingjian Realty, unit dari China Communications Construction Company yaitu Forsea Residence, dan Hoovasun Holding yang sepenuhnya dimiliki oleh warga negara Singapura Zhang Song, membayar S$315 juta untuk Media Circle (Parcel A) seluas 82.125 kaki persegi. Lahan ini diperkirakan dapat menampung 345 unit apartemen.







